Time and Distance Speak Once Again

I dedicate this post to one of my best buddy @adhitep aka Adhitya Eka Putranto (Adhit pake H biasanya dia menekankan)

Adhit ini adalah salah satu orang yg awalnya saya ngga pernah expect bisa jadi salah satu orang terdekat saya. Dari impresi pertama saya tahu karakter kami cukup berkebalikan. Pertama kali saya kenal Adhit itu waktu pertama kali masuk bangku kuliah di Planologi UNDIP angkatan 2007 (which means we met at the same year). Akibat absennya yg L2D007001, Adhit ditunjuk jadi koordinator dosen wali di hari pertama orientasi kuliah karena namanya yang ada di awal absen. Impresi pertama saya adalah, ‘anjir, bocah banget bentukannya’ hahaha

Saya lupa bagaimana ceritanya, ujung-ujungnya Adhit meminta bantuan saya untuk mengurus urusan KRS untuk perwalian yang sama karena waktu itu dosen wali kami belum pulang dari studinya di Jerman (dan saya memang di perwalian yang sama dengan absen L2D007023 dan karena saya sebelumnya sudah tinggal di Semarang maka dianggap bisa bantu-bantu).

In shorter story, kami menjadi teman dekat seiring kuliah. Sorry, dari awal kuliah, dari ospek hahaha.

Sepanjang kuliah, Adhit ini menjadi salah satu orang yg selalu duduk dekat dengan bangku saya. Satu kelompok? Jangan ditanya, terlalu sering. Disengaja? Kadang kami yang minta, seringkali kormatnya yang udah nentuin. Biar gampang katanya. Saya lupa semester berapa, tapi di pertengahan masa kuliah, kelas di angkatan saya sempat dipecah sesuai angka ganjil genap NIM. Mau digituin juga saya tetap sekelas sama Adhit karena sama-sama NIM ganjil. Masih sering satu kelompok sejak itu? Tambah sering. Tapi saya selalu bersyukur saat dapat satu kelompok dengan Adhit (meski pernah kami ribut gara2 masalah sepele hahaha). Saya sudah hapal ritme dan cara kerjanya. Dan saya tahu Adhit itu reliable.

bukti dari zaman botak 😀
sering satu kelompok tugas kuliah 🙂
sering satu kelompok, sering survei bareng

Kami juga satu departemen di Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi (HMTP). Saya lebih dulu masuk saat kepengurusan tahun 2007. Meski tidak ikut sebagai pengurus, Adhit ini orangnya suka ikut-ikutan kegiatan kampus. Hahaha. Tahun depannya saya menjadi ketua departemen minat dan bakat, saya rekrut Adhit untuk jadi staff divisi olahraga. He helped me a lot.

Kami juga satu tim saat masa Kerja Praktik (KP). Kami magang di instansi yang sama dan satu proyek yang sama. Sengaja? Mungkin iya. Waktu itu saya, Adhit, dan Laura (teman dekat saya yang lain) sudah bikin deal untuk saling info kalau dapat tempat magang. Saat itu saya dapat tawaran proyek duluan dan Adhit yang saya ajak (maaf ya Laura, tapi habis itu dia dapet proyek juga diajakin teman kami yang lain). Dibumbui cerita happy happy dan ribut gara-gara tupoksi pekerjaan yang ngga jelas, KP kami selesai dengan lancar. Mau gimana naik turunnya selama KP, saya tetap bersyukur waktu itu partner-an sama Adhit karena dia selalu bisa meng-cover pekerjaan-pekerjaan yang saya tidak cukup capable. We compromise a lot.

Ikut proyek bareng-bareng (tapi ini bukan foto masa KP, tapi proyek lain hehe)

Kami juga satu kecamatan waktu KKN. Tidak satu desa. Hanya satu kecamatan. Tapi desanya sebelahan. Hahaha. Kami juga kaget waktu pengunguman distribusi mahasiswa KKN. Pertama kami cuma tahu bahwa kami satu kecamatan, di Batealit, Jepara. Saat pembagian kelompok per desa di pembekalan KKN, desa kami sebelahan. Apa mau dikata? Hahahaha. Meski tidak satu desa atau satu kelompok, saya senang waktu itu KKN bersebelahan desa dengan Adhit. Kalau ada cerita skandal antar kelompok bisa cerita-cerita hahaha, kalau pas balik ke Semarang terus balik lagi ke Jepara juga sering bareng satu motor.  Dan waktu ada kejadian-kejadian tidak mengenakan dan musibah kala itu, we were there for each other.

Expo KKN Kecamatan Batealit, Jepara
KKN aja bisa bareng hahaha

Kami beda dosen pembimbing waktu tugas akhir masa S1. Tapi Adhit selalu ada menjadi salah satu supporter saya yang menunggu di luar ruang sidang, mulai dari sidang proposal, pembahasan, sampai sidang akhir. Begitu juga saya mensupport Adhit. Dan kami wisuda bareng-bareng, Juli 2011 🙂

Wisuda S1, Juli 2011

Selesai? Belum. Tanpa pernah ada rencana apa-apa. Kami bareng lagi di S2. Saya sudah terdaftar duluan sebagai mahasiswa MPWK dari beasiswa Diknas. Menuju awal matrikulasi, ternyata ada slot beasiswa yang masih bisa dimanfaatkan, dan Adhit saya support full untuk ambil karena orang tuanya juga meng-advise begitu. Dia pun diterima. So? Kuliah bareng lagi hahaha. Kami juga ambil konsentrasi yang sama yaitu di Manajemen Pembangunan Kota. Sering satu kelompok lagi? Hahahaha, sengaja ngga disengaja, iya. Lucunya lagi, waktu distribusi dosen pembimbing thesis, kami dapat dosen pembimbing yang sama hahaha. Meski kami mulai sibuk masing-masing karena berbagai urusan individu, kami saling support sampai thesis kami selesai, dan kami wisuda bareng lagi untuk gelar MT kami, Januari 2013 🙂

Wisuda S2 Januari 2013

Saya yakin tulisan ini ngga cukup untuk mendeskripsikan frekuensi saya sering bareng-bareng sama sahabat saya yang satu itu selama masa perkuliahan, baik S1 maupun S2. Kuliah bareng terus, sering satu kelompok pula, ikut seminar bareng-bareng, jadi panitia acara bareng-bareng, KKL dua kali bareng dan dua-duanya pula satu grup kamar hahaha, KP bareng satu proyek, KKN satu kecamatan, di luar itu, main dan nongkrong juga jangan ditanya.

Jadi partner representative presenter waktu KKL ke Malaysia
KKL trip to Malaysia
KKL trip to Singapore *ini gw yg maksa foto di sini*
KKL trip to Bali *ini adhit yg maksa foto di sini*
KKL trip to Bali *dan sering buat onar*

Maka kurang lebih enam tahun saya kenal dia. Mulai dari Adhit yang dulunya pendiam dan pemalu, sampai menjadi Adhit yang katanya ‘tweetactive’, cerewet, dan malu-maluin. Entah apa yang membuat Adhit jadi kayak sekarang ini hahaha. Meski ngga bisa dipungkiri juga ada masanya kami akhirnya sibuk dengan urusan masing-masing, hal-hal baru, orang-orang baru. Toh bagaimanapun situasinya, saya dan Adhit sudah seperti saudara sendiri. Bagaimanapun situasinya, he’s one of those people that stay in my inner circle.

emang suka lepas saklarnya

Dear Adhitya Eka Putranto, ST, MT.

Hello buddy.

I just want to say thank you for everything. It looks like I don’t have to explain it again.

It’s like what we said to each other, as in coincidence (?), in our batch book tweetup column, “terimakasih kebersamaannya dalam rollercoaster perkuliahan ini” | “No other words but thanks”

Take care of yourself over there. Semoga semuanya lancar. Semoga pengalaman barunya bisa dijalani dengan baik. All the best for you. Mungkin chapter Semarang antara gua dengan lo udah kelar buat sekarang, but we know that there is going to be another chapter coming up. Siapa yang tahu besok seperti apa.

See you ndot!

ps: Kenapa saya sampai mau-maunya nulis beginian buat orang kayak Adhit? Supaya orang-orang tahu saya bangga punya sahabat baik seperti dia 🙂

IMG_1848

 

Advertisements

2 thoughts on “Time and Distance Speak Once Again

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s